Test Footer 2

zwani.com myspace graphic comments

Kamis, 31 Januari 2013

Persahabatan, rahasia langgengnya hubungan cinta

Tak semuanya tentang seks. Rahasia hubungan cinta yang tahan lama adalah rasa persahabatan di antara pasangan. Orang yang menjadi teman baik pasangannya diketahui lebih setia, lebih penyayang, dan lebih puas secara seksual, ungkap penelitian.
Sebaliknya, orang yang bersikap egois dan berusaha memuaskan keinginan mereka sendiri seringkali tak memiliki hubungan cinta yang bertahan lama.
"Hubungan romantis didasarkan pada pertemanan. Persahabatan yang kuat akan menghindarkan pasangan dari perpisahan. Kualitas pertemanan sebagai pasangan juga menentukan kualitas hubungan romantis mereka," ungkap ketua peneliti Laura VanderDrift dari Purdue University di Indiana.
"Seharusnya pasangan mementingkan untuk membangun aspek persahabatan mereka dengan pasangan dibandingkan dengan aspek lain, karena tingkat persahabatan itu bisa membantu hubungan bertahan lama," tambah VanderDrift, seperti dilansir oleh Daily Mail (28/01).
Hal ini ditemukan peneliti setelah melakukan dua eksperimen. Yang pertama mereka mengamati 190 mahasiswa yang telah menjalin hubungan romantis selama 18 bulan. Mereka diminta untuk memberikan data terkait rasa persahabatan dengan pasangan. Setelah empat bulan, mereka kembali dihubungi. Peneliti mendapati bahwa sekitar 27 persen partisipan sudah tidak menjalin hubungan romantis.
Partisipan yang memiliki nilai tinggi mengenai pertemanan dan persahabatan terhadap pasangan diketahui memiliki tingkat komitmen, kesetiaan, dan kepuasan yang tinggi juga. Mereka yang membangun persahabatan dengan pasangan juga diketahui memiliki waktu hubungan yang lebih lama.

7 Tahapan cinta yang dilalui pria

Perasaan cinta mungkin tidak sama antara satu individu dengan individu lainnya. Berbeda dengan wanita, pria memiliki tahapan cinta yang harus dilaluinya untuk benar-benar memastikan perasaan cinta mereka. Jadi, bagaimana pria jatuh cinta dan apa yang sebenarnya terjadi di dalam pikiran mereka? Berikut adalah tujuh tahapan cinta yang dilalui pria, seperti dilansir Lovepanky.

Tahap 1 - Apresiasi

Pada kondisi ini, apa yang pria rasakan masih pada tahap ketertarikan fisik semata. Setiap pria tentu memiliki preferensi sendiri perihal apa yang disukai pada seorang wanita, baik itu wajahnya, kakinya, senyumnya atau bahkan cara dia menggerakkan tangannya.

Tahap 2 - Tergila-gila

Ketertarikan itu lambat laun akan membuat pria merasa tergila-gila pada seorang wanita. Mereka mulai tergerak untuk merayu atau mengejarnya.

Tahap 3 - Objek

Jika wanita yang didekatinya membalas, seorang pria akan masuk ke dalam tahapan lebih dalam yakni objek. Pada tahap ini, seorang pria tidak benar-benar peduli tentang penolakan atau semacamnya. Yang dipikirkannya hanyalah berusaha untuk mendapatkan keberuntungan itu.

Tahap 4 - Terkesan

Pada tahap ini, seorang pria berusaha keras untuk membuat wanita terkesan padanya. Namun, ia tidak secara langsung mengungkapkan maksud hatinya. Ia lebih memilih untuk memamerkan keunggulannya dibanding pria lain.

Tahap 5 - Keyakinan

Sampai pada tahap ini, pria mulai cemas tentang apakah wanita yang disukainya benar-benar jatuh cinta padanya. Sayangnya, ketidakpastian masih membingungkannya dan pria merasa tidak nyaman jika wanita incarannya belum menunjukkan tanda-tanda menyukainya.

Tahap 6 - Penegasan kembali

Pria akan menegaskan kembali apa yang dirasakannya pada wanita. Apakah itu benar cinta atau tidak. Jika tidak, dia mungkin akan berhenti meski telah berjalan sejauh ini. Sebaliknya, jika penegasan itu membuatnya semakin yakin pada perasaannya, dia akan bersemangat untuk maju.

Tahap 7 - Siap untuk mencintai

Jika seorang pria yakin bahwa dia benar-benar menyukai wanita incarannya dan ingin bersamanya, dia memasuki tahap akhir di mana ia siap untuk jatuh cinta pada wanita itu. Di sisi lain, jika dia tidak benar-benar yakin bahwa wanita itu adalah pasangan yang tepat baginya, dia mungkin mulai menghindarinya atau kehilangan minat untuk membahagiakan seorang wanita karena kebingungannya.

Inilah tujuh tahapan cinta yang dilalui banyak pria. Apakah Anda pernah merasakannya?

Kenali 6 tanda pria yang tidak baik

Ketika menjalin hubungan romantis, terkadang wanita tak memperhatikan tanda-tanda yang menunjukkan bahaya. Padahal sebenarnya ada tanda-tanda yang menunjukkan bahwa seorang pria tidak baik.
Seperti apa tanda-tanda pria yang sebaiknya dihindari oleh wanita? Ini dia daftarnya, seperti dilansir oleh Your Tango (28/01).
1. Dia berbohong
Baik itu kebohongan kecil atau besar. Beberapa kebohongan pria mungkin bisa dimaklumi, namun kebohongan tetaplah harus diwaspadai. Kebiasaan berbohong seseorang bisa berkembang. Awalnya berbohong tentang hal kecil, namun bisa jadi kebohongan berkembang pada hal-hal yang besar. Kebohongan bisa menghancurkan hubungan. Untuk itu sebaiknya waspada dan hindari pria jika dia sudah mulai suka berbohong.
2. Suka mabuk
Beberapa orang gemar minum alkohol. Namun pada skala apa kegemaran alkohol bisa dimaklumi? Jika pria sudah suka minum minuman keras sebaiknya waspadalah. Alkohol tak hanya bisa merusak secara mental, tetapi juga secara fisik. Jika dia tak bisa menghentikan kebiasaan minum alkoholnya, sebaiknya tinggalkan saja.
3. Dia tidak menghormati ibunya
Bagaimana seorang pria bisa dipercaya jika dia bahkan tak menghormati wanita yang melahirkannya. Apapun alasannya, pasti seorang anak harus menaruh hormat pada orang tuanya. Jika dia saja tak bisa menghormati ibunya, bagaimana bisa dia menghormati wanita lain?
4. Dia menyimpan rahasia?
Apakah dia menyimpan rahasia seperti password telepon atau komputer. Atau dia menolak untuk berteman di Facebook. Hal ini tentunya mencurigakan. Kenapa dia menghalangi Anda untuk tahu segala hal tentang dirinya? Jika dia tampaknya menyembunyikan banyak hal, maka sebaiknya Anda segera menjauhinya sekarang.
5. Tak menepati janji
Pria yang hanya bisa tebar-tebar janji saja tanpa mau menepatinya sebaiknya dihindari saja. Jika dia sudah berjanji akan datang atau melakukan beberapa hal, namun kenyataannya dia tak melakukannya, maka itu bisa berarti dua hal. Dia pemberi harapan palsu, atau dia sama sekali tak punya integritas.
6. Perhatikan teman-temannya
Jika ingin mengetahui kualitas seseorang, perhatikan kualitas teman-temannya. Jika Anda tak menyukai teman-temannya, maka kemungkinan besar Anda juga tak akan menyukainya, cepat atau lambat.
Pepatah lama mengatakan bahwa rasa tidak peduli adalah anugerah, namun tidak dalam hal ini. Jika Anda tak peduli dengan tanda-tanda di atas, maka cepat atau lambat pria itu akan membuat Anda patah hati. Jadi, sebaiknya mengetahuinya lebih awal daripada sakit hati belakangan.

3 Jenis pria yang tak boleh didekati

Tak ada orang yang sempurna di dunia ini. Setiap orang memiliki kelebihan dan kekurangan. Namun, jika ingin mendapatkan hubungan romantis yang langgeng, sebaiknya Anda berhati-hati saat memilih pasangan. Berikut adalah jenis pria yang benar-benar tak boleh Anda dekati, apalagi dipilih jadi pasangan, seperti dilansir oleh indra wiguna (01/02/2013).
1. "Bad guy"
Ya, tak dipungkiri lagi bahwa 'bad boy' selalu terlihat lebih menarik dan tak bisa ditolak. Jika tingkat nakal mereka masih dalam batas kewajaran, dibarengi dengan segudang sisi positif lainnya, tak masalah Anda memilih mereka. Namun jika tipe 'bad guy' ini tak hanya nakal, tetapi juga jahat, maka sebaiknya Anda tak memilihnya. Siapa yang mau berkencan dengan pria yang tak pernah memperhatikan, seenaknya sendiri, berkata kasar, dan sering main tangan?
2. Pria yang sudah menikah
Beberapa pria terlihat lebih menarik setelah mereka menikah. Tentu saja, karena ada wanita yang mengurus mereka, ingat itu. Pria yang sudah menikah terkadang juga terlihat lebih bertanggung jawa dan lebih matang. Hal ini membuat kebanyakan wanita muda tak bisa mengelak dari pesona pria yang sudah menikah. Namun ingat, pria yang sudah menikah tak boleh didekati. Anda tak ingin merusak rumah tangga orang lain kan?
3. Pria yang berada jauh
Beberapa tipe pria suka menjaga jarak dengan pasangannya, entah untuk alasan apa. Sementara saat ini banyak wanita yang senang dengan hubungan jarak jauh, meski seringkali hubungan mereka menjadi tak lancar. Jika Anda memang sudah berkomitmen untuk berhubungan jarak jauh, maka tak masalah. Namun jika jarak jauh membuat Anda semakin gampang curiga, semakin sering galau, dan menyiksa diri sendiri, sebaiknya cari saja pria lain.
Beberapa pria memiliki sisi negatif yang masih bisa diterima. Namun untuk tiga kategori di atas, sebaiknya Anda berpikir ulang sebelum mendekati mereka.

Senin, 14 Januari 2013

Al-Quran Berbicara Tentang Bumi

2010/11/11
Lapisan Atmosfir

Bumi memiliki seluruh sifat yang diperlukan bagi kehidupan. Salah satunya adalah keberadaan atmosfir, yang berfungsi sebagai lapisan pelindung yang melindungi makhluk hidup. Adalah fakta yang kini telah diterima bahwa atmosfir terdiri dari lapisan-lapisan berbeda yang tersusun secara berlapis, satu di atas yang lain. Persis sebagaimana dipaparkan dalam Al Qur’an, atmosfir terdiri dari tujuh lapisan. Ini pastilah salah satu keajaiban Al Qur’an.
Satu fakta tentang alam semesta sebagaimana dinyatakan dalam Al Qur’an adalah bahwa langit terdiri atas tujuh lapis.
“Dia-lah Allah, yang menjadikan segala yang ada di bumi untuk kamu dan Dia berkehendak menuju langit, lalu dijadikan-Nya tujuh langit. Dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu.” (Al Qur’an, 2:29)
“Kemudian Dia menuju langit, dan langit itu masih merupakan asap. Maka Dia menjadikannya tujuh langit dalam dua masa dan Dia mewahyukan pada tiap-tiap langit urusannya.” (Al Qur’an, 41:11-12)
Kata “langit”, yang kerap kali muncul di banyak ayat dalam Al Qur’an, digunakan untuk mengacu pada “langit” bumi dan juga keseluruhan alam semesta. Dengan makna kata seperti ini, terlihat bahwa langit bumi atau atmosfer terdiri dari tujuh lapisan.
Saat ini benar-benar diketahui bahwa atmosfir bumi terdiri atas lapisan-lapisan yang berbeda yang saling bertumpukan. Lebih dari itu, persis sebagaimana dinyatakan dalam Al Qur’an, atmosfer terdiri atas tujuh lapisan. Dalam sumber ilmiah, hal tersebut diuraikan sebagai berikut:
Para ilmuwan menemukan bahwa atmosfer terdiri diri beberapa lapisan. Lapisan-lapisan tersebut berbeda dalam ciri-ciri fisik, seperti tekanan dan jenis gasnya. Lapisan atmosfer yang terdekat dengan bumi disebut TROPOSFER. Ia membentuk sekitar 90% dari keseluruhan massa atmosfer. Lapisan di atas troposfer disebut STRATOSFER. LAPISAN OZON adalah bagian dari stratosfer di mana terjadi penyerapan sinar ultraviolet. Lapisan di atas stratosfer disebut MESOSFER. . TERMOSFER berada di atas mesosfer. Gas-gas terionisasi membentuk suatu lapisan dalam termosfer yang disebut IONOSFER. Bagian terluar atmosfer bumi membentang dari sekitar 480 km hingga 960 km. Bagian ini dinamakan EKSOSFER. .
(Carolyn Sheets, Robert Gardner, Samuel F. Howe; General Science, Allyn and Bacon Inc. Newton, Massachusetts, 1985, s. 319-322)
Jika kita hitung jumlah lapisan yang dinyatakan dalam sumber ilmiah tersebut, kita ketahui bahwa atmosfer tepat terdiri atas tujuh lapis, seperti dinyatakan dalam ayat tersebut.
1. Troposfer
2. Stratosfer
3. Ozonosfer
4. Mesosfer
5. Termosfer
6. Ionosfer
7. Eksosfer
Keajaiban penting lain dalam hal ini disebutkan dalam surat Fushshilat ayat ke-12, “… Dia mewahyukan pada tiap-tiap langit urusannya.” Dengan kata lain, Allah dalam ayat ini menyatakan bahwa Dia memberikan kepada setiap langit tugas atau fungsinya masing-masing. Sebagaimana dapat dipahami, tiap-tiap lapisan atmosfir ini memiliki fungsi penting yang bermanfaat bagi kehidupan umat manusia dan seluruh makhluk hidup lain di Bumi. Setiap lapisan memiliki fungsi khusus, dari pembentukan hujan hingga perlindungan terhadap radiasi sinar-sinar berbahaya; dari pemantulan gelombang radio hingga perlindungan terhadap dampak meteor yang berbahaya.
Salah satu fungsi ini, misalnya, dinyatakan dalam sebuah sumber ilmiah sebagaimana berikut:
Atmosfir bumi memiliki 7 lapisan. Lapisan terendah dinamakan troposfir. Hujan, salju, dan angin hanya terjadi pada troposfir.
(http://muttley.ucdavis.edu/Book/Atmosphere/beginner/layers-01.html)
Adalah sebuah keajaiban besar bahwa fakta-fakta ini, yang tak mungkin ditemukan tanpa teknologi canggih abad ke-20, secara jelas dinyatakan oleh Al Qur’an 1.400 tahun yang lalu.
Fungsi Gunung

Dengan perpanjangannya yang menghujam jauh ke dalam maupun ke atas permukaan bumi, gunung-gunung menggenggam lempengan-lempengan kerak bumi yang berbeda, layaknya pasak. Kerak bumi terdiri atas lempengan-lempengan yang senantiasa dalam keadaan bergerak. Fungsi pasak dari gunung ini mencegah guncangan dengan cara memancangkan kerak bumi yang memiliki struktur sangat mudah bergerak.
Al Qur’an mengarahkan perhatian kita pada fungsi geologis penting dari gunung.
“Dan telah Kami jadikan di bumi ini gunung-gunung yang kokoh supaya bumi itu (tidak) goncang bersama mereka…” (Al Qur’an, 21:31)
Sebagaimana terlihat, dinyatakan dalam ayat tersebut bahwa gunung-gunung berfungsi mencegah goncangan di permukaan bumi.
Kenyataan ini tidaklah diketahui oleh siapapun di masa ketika Al Qur’an diturunkan. Nyatanya, hal ini baru saja terungkap sebagai hasil penemuan geologi modern.
Menurut penemuan ini, gunung-gunung muncul sebagai hasil pergerakan dan tumbukan dari lempengan-lempengan raksasa yang membentuk kerak bumi. Ketika dua lempengan bertumbukan, lempengan yang lebih kuat menyelip di bawah lempengan yang satunya, sementara yang di atas melipat dan membentuk dataran tinggi dan gunung. Lapisan bawah bergerak di bawah permukaan dan membentuk perpanjangan yang dalam ke bawah. Ini berarti gunung mempunyai bagian yang menghujam jauh ke bawah yang tak kalah besarnya dengan yang tampak di permukaan bumi.
Dalam tulisan ilmiah, struktur gunung digambarkan sebagai berikut:
Pada bagian benua yang lebih tebal, seperti pada jajaran pegunungan, kerak bumi akan terbenam lebih dalam ke dalam lapisan magma. (General Science, Carolyn Sheets, Robert Gardner, Samuel F. Howe; Allyn and Bacon Inc. Newton, Massachusetts, 1985, s. 305)
Dalam sebuah ayat, peran gunung seperti ini diungkapkan melalui sebuah perumpamaan sebagai “pasak”:
“Bukankah Kami telah menjadikan bumi itu sebagai hamparan?, dan gunung-gunung sebagai pasak?” (Al Qur’an, 78:6-7)
Dengan kata lain, gunung-gunung menggenggam lempengan-lempengan kerak bumi dengan memanjang ke atas dan ke bawah permukaan bumi pada titik-titik pertemuan lempengan-lempengan ini. Dengan cara ini, mereka memancangkan kerak bumi dan mencegahnya dari terombang-ambing di atas lapisan magma atau di antara lempengan-lempengannya. Singkatnya, kita dapat menyamakan gunung dengan paku yang menjadikan lembaran-lembaran kayu tetap menyatu.
Fungsi pemancangan dari gunung dijelaskan dalam tulisan ilmiah dengan istilah “isostasi”. Isostasi bermakna sebagai berikut:
Isostasi: kesetimbangan dalam kerak bumi yang terjaga oleh aliran materi bebatuan di bawah permukaan akibat tekanan gravitasi. (Webster’s New Twentieth Century Dictionary, 2. edition “Isostasy”, New York, s. 975)
Peran penting gunung yang ditemukan oleh ilmu geologi modern dan penelitian gempa, telah dinyatakan dalam Al Qur’an berabad-abad lampau sebagai suatu bukti Hikmah Maha Agung dalam ciptaan Allah.
“Dan telah Kami jadikan di bumi ini gunung-gunung yang kokoh supaya bumi itu (tidak) goncang bersama mereka…” (Al Qur’an, 21:31)
Angin Mengawinkan

Gambar di atas memperlihatkan tahap-tahap pembentukan gelombang air. Gelombang air terbentuk ketika angin meniup permukaan air. Akibat pengaruh angin ini, pertikel-partikel air mulai bergerak melingkar. Pergerakan ini kemudian mendorong terbentuknya gelombang air yang silih berganti, dan butiran-butiran air kemudian terbentuk oleh gelombang ini yang kemudian tersebar dan beterbangan di udara.
Dalam sebuah ayat Al Qur’an disebutkan sifat angin yang mengawinkan dan terbentuknya hujan karenanya.
“Dan Kami telah meniupkan angin untuk mengawinkan dan Kami turunkan hujan dari langit lalu Kami beri minum kamu dengan air itu dan sekali kali bukanlah kamu yang menyimpannya.” (Al Qur’an, 15:22)
Dalam ayat ini ditekankan bahwa fase pertama dalam pembentukan hujan adalah angin. Hingga awal abad ke 20, satu-satunya hubungan antara angin dan hujan yang diketahui hanyalah bahwa angin yang menggerakkan awan. Namun penemuan ilmu meteorologi modern telah menunjukkan peran “mengawinkan” dari angin dalam pembentukan hujan.
Fungsi mengawinkan dari angin ini terjadi sebagaimana berikut:
Di atas permukaan laut dan samudera, gelembung udara yang tak terhitung jumlahnya terbentuk akibat pembentukan buih. Pada saat gelembung-gelembung ini pecah, ribuan partikel kecil dengan diameter seperseratus milimeter, terlempar ke udara. Partikel-partikel ini, yang dikenal sebagai aerosol, bercampur dengan debu daratan yang terbawa oleh angin dan selanjutnya terbawa ke lapisan atas atmosfer. . Partikel-partikel ini dibawa naik lebih tinggi ke atas oleh angin dan bertemu dengan uap air di sana. Uap air mengembun di sekitar partikel-partikel ini dan berubah menjadi butiran-butiran air. Butiran-butiran air ini mula-mula berkumpul dan membentuk awan dan kemudian jatuh ke Bumi dalam bentuk hujan.
Sebagaimana terlihat, angin “mengawinkan” uap air yang melayang di udara dengan partikel-partikel yang di bawanya dari laut dan akhirnya membantu pembentukan awan hujan.
Apabila angin tidak memiliki sifat ini, butiran-butiran air di atmosfer bagian atas tidak akan pernah terbentuk dan hujanpun tidak akan pernah terjadi.
Hal terpenting di sini adalah bahwa peran utama dari angin dalam pembentukan hujan telah dinyatakan berabad-abad yang lalu dalam sebuah ayat Al Qur’an, pada saat orang hanya mengetahui sedikit saja tentang fenomena alam…
Lautan Bercampur Satu Sama Lain
Terdapat gelombang besar, arus kuat, dan gelombang pasang di Laut Tengah dan Samudra Atlantik. Air Laut Tengah memasuki Samudra Atlantik melalui selat Jibraltar. Namun suhu, kadar garam, dan kerapatan air laut di kedua tempat ini tidak berubah karena adanya penghalang yang memisahkan keduanya.
Salah satu di antara sekian sifat lautan yang baru-baru ini ditemukan adalah berkaitan dengan ayat Al Qur’an sebagai berikut:
“Dia membiarkan dua lautan mengalir yang keduanya kemudian bertemu, antara keduanya ada batas yang tak dapat dilampaui oleh masing-masing.” (Al Qur’an, 55:19-20)
Sifat lautan yang saling bertemu, akan tetapi tidak bercampur satu sama lain ini telah ditemukan oleh para ahli kelautan baru-baru ini. Dikarenakan gaya fisika yang dinamakan “tegangan permukaan”, air dari laut-laut yang saling bersebelahan tidak menyatu. Akibat adanya perbedaan masa jenis, tegangan permukaan mencegah lautan dari bercampur satu sama lain, seolah terdapat dinding tipis yang memisahkan mereka. (Davis, Richard A., Jr. 1972, Principles of Oceanography, Don Mills, Ontario, Addison-Wesley Publishing, s. 92-93.)
Sisi menarik dari hal ini adalah bahwa pada masa ketika manusia tidak memiliki pengetahuan apapun mengenai fisika, tegangan permukaan, ataupun ilmu kelautan, hal ini dinyatakan dalam Al Qur’an.
Kegelapan dan Gelombang di Dasar Laut

Pengukuran yang dilakukan dengan teknologi masa kini berhasil mengungkapkan bahwa antara 3 hingga 30% sinar matahari dipantulkan oleh permukaan laut. Jadi, hampir semua tujuh warna yang menyusun spektrum sinar matahari diserap satu demi satu ketika menembus permukaan lautan hingga kedalaman 200 meter, kecuali sinar biru (lihat gambar di samping). Di bawah kedalaman 1000 meter, tidak dijumpai sinar apa pun. (lihat gambar atas). Fakta ilmiah ini telah disebutkan dalam ayat ke-40 surat An Nuur sekitar 1400 tahun yang lalu..
“Atau seperti gelap gulita di lautan yang dalam, yang diliputi oleh ombak, yang di atasnya ombak (pula), di atasnya (lagi) awan; gelap gulita yang tindih-bertindih, apabila dia mengeluarkan tangannya, tiadalah dia dapat melihatnya, (dan) barangsiapa yang tiada diberi cahaya (petunjuk) oleh Allah tiadalah dia mempunyai cahaya sedikitpun.” (Al Qur’an, 24:40)
Keadaan umum tentang lautan yang dalam dijelaskan dalam buku berjudul Oceans:
Kegelapan dalam lautan dan samudra yang dalam dijumpai pada kedalaman 200 meter atau lebih. Pada kedalaman ini, hampir tidak dijumpai cahaya. Di bawah kedalaman 1000 meter, tidak terdapat cahaya sama sekali. (Elder, Danny; and John Pernetta, 1991, Oceans, London, Mitchell Beazley Publishers, s. 27)
Kini, kita telah mengetahui tentang keadaan umum lautan tersebut, ciri-ciri makhluk hidup yang ada di dalamnya, kadar garamnya, serta jumlah air, luas permukaan dan kedalamannya. Kapal selam dan perangkat khusus yang dikembangkan menggunakan teknologi modern, memungkinkan para ilmuwan untuk mendapatkan informasi ini.
Manusia tak mampu menyelam pada kedalaman di bawah 40 meter tanpa bantuan peralatan khusus. Mereka tak mampu bertahan hidup di bagian samudra yang dalam nan gelap, seperti pada kedalaman 200 meter. Karena alasan inilah, para ilmuwan hanya baru-baru ini saja mampu menemukan informasi sangat rinci tersebut tentang kelautan. Namun, pernyataan “gelap gulita di lautan yang dalam” digunakan dalam surat An Nuur 1400 tahun lalu. Ini sudah pasti salah satu keajaiban Al Qur’an, sebab infomasi ini dinyatakan di saat belum ada perangkat yang memungkinkan manusia untuk menyelam di kedalaman samudra.
Selain itu, pernyataan di ayat ke-40 surat An Nuur “Atau seperti gelap gulita di lautan yang dalam, yang diliputi oleh ombak, yang di atasnya ombak (pula), di atasnya (lagi) awan…” mengarahkan perhatian kita pada satu keajaiban Al Qur’an yang lain.
Para ilmuwan baru-baru ini menemukan keberadaan gelombang di dasar lautan, yang “terjadi pada pertemuan antara lapisan-lapisan air laut yang memiliki kerapatan atau massa jenis yang berbeda.” Gelombang yang dinamakan gelombang internal ini meliputi wilayah perairan di kedalaman lautan dan samudra dikarenakan pada kedalaman ini air laut memiliki massa jenis lebih tinggi dibanding lapisan air di atasnya. Gelombang internal memiliki sifat seperti gelombang permukaan. Gelombang ini dapat pecah, persis sebagaimana gelombang permukaan. Gelombang internal tidak dapat dilihat oleh mata manusia, tapi keberadaannya dapat dikenali dengan mempelajari suhu atau perubahan kadar garam di tempat-tempat tertentu. (Gross, M. Grant; 1993, Oceanography, a View of Earth, 6. edition, Englewood Cliffs, Prentice-Hall Inc., s. 205)
Pernyataan-pernyataan dalam Al Qur’an benar-benar bersesuaian dengan penjelasan di atas. Tanpa adanya penelitian, seseorang hanya mampu melihat gelombang di permukaan laut. Mustahil seseorang mampu mengamati keberadaan gelombang internal di dasar laut. Akan tetapi, dalam surat An Nuur, Allah mengarahkan perhatian kita pada jenis gelombang yang terdapat di kedalaman samudra. Sungguh, fakta yang baru saja diketemukan para ilmuwan ini memperlihatkan sekali lagi bahwa Al Qur’an adalah kalam Allah.
Kadar Hujan
Fakta lain yang diberikan dalam Al Qur’an mengenai hujan adalah bahwa hujan diturunkan ke bumi dalam kadar tertentu. Hal ini disebutkan dalam Surat Az Zukhruf sebagai berikut;
“Dan Yang menurunkan air dari langit menurut kadar (yang diperlukan) lalu Kami hidupkan dengan air itu negeri yang mati, seperti itulah kamu akan dikeluarkan (dari dalam kubur).” (Al Qur’an, 43:11)
Kadar dalam hujan ini pun sekali lagi telah ditemukan melalui penelitian modern. Diperkirakan dalam satu detik, sekitar 16 juta ton air menguap dari bumi. Angka ini menghasilkan 513 trilyun ton air per tahun. Angka ini ternyata sama dengan jumlah hujan yang jatuh ke bumi dalam satu tahun. Hal ini berarti air senantiasa berputar dalam suatu siklus yang seimbang menurut “ukuran atau kadar” tertentu. Kehidupan di bumi bergantung pada siklus air ini. Bahkan sekalipun manusia menggunakan semua teknologi yang ada di dunia ini, mereka tidak akan mampu membuat siklus seperti ini.

Per tahunnya, air hujan yang menguap dan turun kembali ke Bumi dalam bentuk hujan berjumlah “tetap”: yakni 513 triliun ton. Jumlah yang tetap ini dinyatakan dalam Al Qur’an dengan menggunakan istilah “menurunkan air dari langit menurut kadar”. Tetapnya jumlah ini sangatlah penting bagi keberlangsungan keseimbangan ekologi dan, tentu saja, kelangsungan kehidupan ini,..
Bahkan satu penyimpangan kecil saja dari jumlah ini akan segera mengakibatkan ketidakseimbangan ekologi yang mampu mengakhiri kehidupan di bumi. Namun, hal ini tidak pernah terjadi dan hujan senantiasa turun setiap tahun dalam jumlah yang benar-benar sama seperti dinyatakan dalam Al Qur’an.
Pembentukan Hujan
Proses terbentuknya hujan masih merupakan misteri besar bagi orang-orang dalam waktu yang lama. Baru setelah radar cuaca ditemukan, bisa didapatkan tahap-tahap pembentukan hujan..
Pembentukan hujan berlangsung dalam tiga tahap. Pertama, “bahan baku” hujan naik ke udara, lalu awan terbentuk. Akhirnya, curahan hujan terlihat.
Tahap-tahap ini ditetapkan dengan jelas dalam Al-Qur’an berabad-abad yang lalu, yang memberikan informasi yang tepat mengenai pembentukan hujan,
“Dialah Allah Yang mengirimkan angin, lalu angin itu menggerakkan awan dan Allah membentangkannya di langit menurut yang dikehendakiNya, dan menjadikannya bergumpal-gumpal; lalu kamu lihat air hujan keluar dari celah-celahnya; maka, apabila hujan itu turun mengenai hamba-hambaNya yang dikehendakiNya, tiba-tiba mereka menjadi gembira” (Al Qur’an, 30:48)

Gambar di atas memperlihatkan butiran-butiran air yang lepas ke udara. Ini adalah tahap pertama dalam proses pembentukan hujan. Setelah itu, butiran-butiran air dalam awan yang baru saja terbentuk akan melayang di udara untuk kemudian menebal, menjadi jenuh, dan turun sebagai hujan. Seluruh tahapan ini disebutkan dalam Al Qur’an.
Kini, mari kita amati tiga tahap yang disebutkan dalam ayat ini.
TAHAP KE-1: “Dialah Allah Yang mengirimkan angin…”
Gelembung-gelembung udara yang jumlahnya tak terhitung yang dibentuk dengan pembuihan di lautan, pecah terus-menerus dan menyebabkan partikel-partikel air tersembur menuju langit. Partikel-partikel ini, yang kaya akan garam, lalu diangkut oleh angin dan bergerak ke atas di atmosfir. Partikel-partikel ini, yang disebut aerosol, membentuk awan dengan mengumpulkan uap air di sekelilingnya, yang naik lagi dari laut, sebagai titik-titik kecil dengan mekanisme yang disebut “perangkap air”.
TAHAP KE-2: “…lalu angin itu menggerakkan awan dan Allah membentangkannya di langit menurut yang dikehendaki-Nya, dan menjadikannya bergumpal-gumpal…”
Awan-awan terbentuk dari uap air yang mengembun di sekeliling butir-butir garam atau partikel-partikel debu di udara. Karena air hujan dalam hal ini sangat kecil (dengan diamter antara 0,01 dan 0,02 mm), awan-awan itu bergantungan di udara dan terbentang di langit. Jadi, langit ditutupi dengan awan-awan.
TAHAP KE-3: “…lalu kamu lihat air hujan keluar dari celah-celahnya…”
Partikel-partikel air yang mengelilingi butir-butir garam dan partikel -partikel debu itu mengental dan membentuk air hujan. Jadi, air hujan ini, yang menjadi lebih berat daripada udara, bertolak dari awan dan mulai jatuh ke tanah sebagai hujan.
Semua tahap pembentukan hujan telah diceritakan dalam ayat-ayat Al-Qur’an. Selain itu, tahap-tahap ini dijelaskan dengan urutan yang benar. Sebagaimana fenomena-fenomena alam lain di bumi, lagi-lagi Al-Qur’anlah yang menyediakan penjelasan yang paling benar mengenai fenomena ini dan juga telah mengumumkan fakta-fakta ini kepada orang-orang pada ribuan tahun sebelum ditemukan oleh ilmu pengetahuan.
Dalam sebuah ayat, informasi tentang proses pembentukan hujan dijelaskan:
“Tidaklah kamu melihat bahwa Allah mengarak awan, kemudian mengumpulkan antara (bagian-bagian)nya, kemudian menjadikannya bertindih-tindih, maka kelihatanlah olehmu hujan keluar dari celah-celahnya dan Allah (juga) menurunkan (butiran-butiran) es dari langit, (yaitu) dari (gumpalan- gumpalan awan seperti) gunung-gunung, maka ditimpakan-Nya (butiran-butiran) es itu kepada siapa yang dikehendaki-Nya dan dipalingkan-Nya dari siapa yang dikehendaki-Nya. Kilauan kilat awan itu hampir-hampir menghilangkan penglihatan.” (Al Qur’an, 24:43)
Para ilmuwan yang mempelajari jenis-jenis awan mendapatkan temuan yang mengejutkan berkenaan dengan proses pembentukan awan hujan. Terbentuknya awan hujan yang mengambil bentuk tertentu, terjadi melalui sistem dan tahapan tertentu pula. Tahap-tahap pembentukan kumulonimbus, sejenis awan hujan, adalah sebagai berikut:
TAHAP – 1, Pergerakan awan oleh angin: Awan-awan dibawa, dengan kata lain, ditiup oleh angin.
TAHAP – 2, Pembentukan awan yang lebih besar: Kemudian awan-awan kecil (awan kumulus) yang digerakkan angin, saling bergabung dan membentuk awan yang lebih besar.
TAHAP – 3, Pembentukan awan yang bertumpang tindih: Ketika awan-awan kecil saling bertemu dan bergabung membentuk awan yang lebih besar, gerakan udara vertikal ke atas terjadi di dalamnya meningkat. Gerakan udara vertikal ini lebih kuat di bagian tengah dibandingkan di bagian tepinya. Gerakan udara ini menyebabkan gumpalan awan tumbuh membesar secara vertikal, sehingga menyebabkan awan saling bertindih-tindih. Membesarnya awan secara vertikal ini menyebabkan gumpalan besar awan tersebut mencapai wilayah-wilayah atmosfir yang bersuhu lebih dingin, di mana butiran-butiran air dan es mulai terbentuk dan tumbuh semakin membesar. Ketika butiran air dan es ini telah menjadi berat sehingga tak lagi mampu ditopang oleh hembusan angin vertikal, mereka mulai lepas dari awan dan jatuh ke bawah sebagai hujan air, hujan es, dsb. (Anthes, Richard A.; John J. Cahir; Alistair B. Fraser; and Hans A. Panofsky, 1981, The Atmosphere, s. 269; Millers, Albert; and Jack C. Thompson, 1975, Elements of Meteorology, s. 141-142)
Kita harus ingat bahwa para ahli meteorologi hanya baru-baru ini saja mengetahui proses pembentukan awan hujan ini secara rinci, beserta bentuk dan fungsinya, dengan menggunakan peralatan mutakhir seperti pesawat terbang, satelit, komputer, dsb. Sungguh jelas bahwa Allah telah memberitahu kita suatu informasi yang tak mungkin dapat diketahui 1400 tahun yang lalu.
Pergerakan Gunung
Dalam sebuah ayat, kita diberitahu bahwa gunung-gunung tidaklah diam sebagaimana yang tampak, akan tetapi mereka terus-menerus bergerak.
“Dan kamu lihat gunung-gunung itu, kamu sangka dia tetap di tempatnya, padahal dia berjalan sebagai jalannya awan. (Begitulah) perbuatan Allah yang membuat dengan kokoh tiap-tiap sesuatu; sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (Al Qur’an, 27:88)
Gerakan gunung-gunung ini disebabkan oleh gerakan kerak bumi tempat mereka berada. Kerak bumi ini seperti mengapung di atas lapisan magma yang lebih rapat. Pada awal abad ke-20, untuk pertama kalinya dalam sejarah, seorang ilmuwan Jerman bernama Alfred Wegener mengemukakan bahwa benua-benua pada permukaan bumi menyatu pada masa-masa awal bumi, namun kemudian bergeser ke arah yang berbeda-beda sehingga terpisah ketika mereka bergerak saling menjauhi.
Para ahli geologi memahami kebenaran pernyataan Wegener baru pada tahun 1980, yakni 50 tahun setelah kematiannya. Sebagaimana pernah dikemukakan oleh Wegener dalam sebuah tulisan yang terbit tahun 1915, sekitar 500 juta tahun lalu seluruh tanah daratan yang ada di permukaan bumi awalnya adalah satu kesatuan yang dinamakan Pangaea. Daratan ini terletak di kutub selatan.
Sekitar 180 juta tahun lalu, Pangaea terbelah menjadi dua bagian yang masing-masingnya bergerak ke arah yang berbeda. Salah satu daratan atau benua raksasa ini adalah Gondwana, yang meliputi Afrika, Australia, Antartika dan India. Benua raksasa kedua adalah Laurasia, yang terdiri dari Eropa, Amerika Utara dan Asia, kecuali India. Selama 150 tahun setelah pemisahan ini, Gondwana dan Laurasia terbagi menjadi daratan-daratan yang lebih kecil.
Benua-benua yang terbentuk menyusul terbelahnya Pangaea telah bergerak pada permukaan Bumi secara terus-menerus sejauh beberapa sentimeter per tahun. Peristiwa ini juga menyebabkan perubahan perbandingan luas antara wilayah daratan dan lautan di Bumi.
Pergerakan kerak Bumi ini diketemukan setelah penelitian geologi yang dilakukan di awal abad ke-20. Para ilmuwan menjelaskan peristiwa ini sebagaimana berikut:
Kerak dan bagian terluar dari magma, dengan ketebalan sekitar 100 km, terbagi atas lapisan-lapisan yang disebut lempengan. Terdapat enam lempengan utama, dan beberapa lempengan kecil. Menurut teori yang disebut lempeng tektonik, lempengan-lempengan ini bergerak pada permukaan bumi, membawa benua dan dasar lautan bersamanya. Pergerakan benua telah diukur dan berkecepatan 1 hingga 5 cm per tahun. Lempengan-lempengan tersebut terus-menerus bergerak, dan menghasilkan perubahan pada geografi bumi secara perlahan. Setiap tahun, misalnya, Samudera Atlantic menjadi sedikit lebih lebar. (Carolyn Sheets, Robert Gardner, Samuel F. Howe; General Science, Allyn and Bacon Inc. Newton, Massachusetts, 1985, s. 30)
Ada hal sangat penting yang perlu dikemukakan di sini: dalam ayat tersebut Allah telah menyebut tentang gerakan gunung sebagaimana mengapungnya perjalanan awan. (Kini, Ilmuwan modern juga menggunakan istilah “continental drift” atau “gerakan mengapung dari benua” untuk gerakan ini. (National Geographic Society, Powers of Nature, Washington D.C., 1978, s.12-13)
Tidak dipertanyakan lagi, adalah salah satu kejaiban Al Qur’an bahwa fakta ilmiah ini, yang baru-baru saja ditemukan oleh para ilmuwan, telah dinyatakan dalam Al Qur’an.

Nasehat dan Solusi Bagi Ummat

CARA TAUBAT:
1.Brtekad kuat untuk sunggh2 brtaubat,2.Brjanji untuk tidak pernah berbuat ma’siyat lagi,3.Melaksanakn perintah-larangan Allah,4.Memperhebat istiqfar,5.Minta maaf kepada orang-orang yang pernah disakiti,6.Mengembalikan harta yg bukan haqnya,7.Segera mandi taubat seperti mandi basah hanya niatnya taubat, biasanya kalau niat sunggh2 taubat saat mandi itu air matanyapun mulai menetes karena rasa menyesal,8.sholat sunnah taubat dua rakaat.(QS3:133).

MULIANYA ORANG BERTAUBAT
Alangkah mulianya hamba Allah yg sunggh-sungguh brtaubat: dicintai Allah(QS2:222),diampuni semua dosanya(QS39:53),ditutupi aibnya,dimuliakn Allah dengan syurga(QS66:8),hidupnya menjadi stabil, senang & bahagia(QS25:70), didoakan Malaikat(QS40:7),”Siapa yang mesti dibalas karena banyak dosanya selama di dunia tetapi tidak dibalas di akhirat karena taubatnya,itulah rahmat Allah untuk hamba yang sungguh-sungguh bertaubat”(QS40:9),SubhanAllah, ayo shabatku, jangan tunda lagi!
 
TANDA ORANG BERIMAN
Rasulullah brsabda diantra tanda2 hamba yg beriman:1.”wajhun tholiq” wajah yg bersih & murah snyum,2.”Lisanun layyinun” bicaranya jujur, santun & tampak rendh hatinya,3.”Yadun syahiyyun” murah hati, belas kasih, sgt dermawn & mmudahkn urusn,4.”Qolbun wasiun” lapang dada & baik sangka, jauh dr sifat buruk hati , sombong, dengki, bngga diri dsb. Smoga Allah hiasi diriku & smua sahabat Fbku dg kmuliaan akhlak ini.

APABILA ADA ISU
Bila ada suatu “berita, isu apalagi tentangg aib sesorang muslim” maka “tabayyun”,
teliti, tdk menvonis,klarifikasi sampai jelas & dengar langsung dr
kedua pihak.(QS 49:6).Kalaupun benar aib itu, Nabi mengingatkan “istaru”
orang mu’min itu diam & menutupi aib saudaranya (QS49:13). Karena “aib”
muslim itu ditunggu mereka yang benci Islam & fitnah bagi yang awam.  Segera diselesaikn kekelurgaan deng hakim ulama yg bijak.


KUNCI pengLARIS dlm ISLAM;
Perhebat Istiqfar (Nuh 10-12), Sungguh-sungguh Taqwa (ath Tholaq 2), Tawakkal (ath Tholaq 3), Shilaturrahm, Sedekah (Saba 39), Haji-umrah, sholat dhuha, nikah,”Nikah pintu rizki”, Ibadah spenuh hati, “Siapa yg bribadah pdKU spenuh hati maka aku perintahkn dunia untuk melayaninya”(hadist qudsi).

KOK TENANG TIDAK BACA QURAN
SubhanAllah,,,kok bisa tenang hidup hari ini, padahal tadi pagi tidak baca Alqur’an…!?…Kalimat ini adalah sindiran bagi orang-orang yangg malas membaca Al Qur’an, padahal ia hidup dengan nikmat Allah…

KESOMBONGAN
Takabbur-sombong ;Menolak kebenaran & merendahkn org lain.Hasud;Tdk senang mlihat orang lebih sukses dari dirinya.Riya;Bramal tetapi di hatinya berharap pujian.Sum’ah;Senang mendengar pujian untuk dirinya.Ghibah;senang bicara aib orang lain. Gaibiyyah;Di pkirannya menjelekkan orang lain tanpa ada yang tahu selain dirinya. Ujub;Bangga pada dirinya sendiri. Inilh syrik yang lebih halus dari suara langkah semut…jauhilah penyakit hati ini, sahabatku.

CELAKA SANG PENGUMPAT
ALLAH berfirman :”Celakalah bagi setiap pengumpat & pencela” (QS 104:1). Rasulpun mengingatkan, “bukan mu’min yg suka mencaci, melaknat, berkata porno & kasar” .Dan Islampun melarang meniru-niru keadaan fisik seseorng untuk bahan lelucon, itu termasuk pengejek tercela.Ketahuilah sahabatku,”Apa yg keluar dari mulutmu itulah kamu..!”

KEPASTIAN MILIK ALLAH
“Hampir” bisa mengecewakan & menyenangkan. Hampir menang, hampir celaka, hampir jadi nikah dsb….semua itu disikapi Arif & tenang bg hamba Alllah yg beriman…kan’ kewajibn kita sebagai mahlukNya berjuang dalam ikhtiar, doa, baik sangka atas takdirnya lalu tawakkal…yg pasti saja tdk boleh berkata pasti tetapi katakanlah “Insya Allah”…(QS18:23-24).stres karena memaksakan kehendak, semua harus bisa padahal “siapa kita”?

BERZIKIRLAH TERUS
Shabatku fillah, “Teruslah berzikir kepada ALLAH karena zikirmu akan mnjadi “sulthon” raja yang akan menaklukkan nafu syahwatmu untuk tunduk patuh kepada ALLAH”, demikian nasehat Saidina Ali. Selama berzikir selama itu brsama ALLAH, kalau sudah brsama ALLAH berarti brsama MalaikatNYA, ridhoNYA, rahmatNYA, ampunanNYA, hidayahNYA, berkahNYA(QS2:152)…”you are alone but’s never lonely”,SUBHANALLAH.

IMAN BUKAN BERMAKNA PERCAYA SAJA
Sahabatku, kalau iman itu bermakna hanya percaya, Iblis percaya bahkan berdialog dg Allah, buka al A’rof 11-12.Krn itu tidak hanya percaya, tetapi harus diikrarkan dengan lisan & dibuktikan dengan amal. Semakin beriman seseorang hamba itu maka semakin jujur,lembut tutur katanya & semakin mulia akhlaknya, demikian sebaliknya.”Sungguh semakin sempurna iman seseorang hamba maka semakin mulia akhlaknya”,demikian sabda Rasulullah

BERZIKIR BERSAMA
Ketika Sahabat Salman Al Farisi bserta kawan-kawannya sibuk berzikir, lewatlah Rasulullah dihadapan mereka, merekpun terdian sebentar,”Apa yang sedang kalian lakukan?”, mereka mnjawab,”kami sedang brzikir”. Lalu Rasulullah brsabda,”Sungguh aku melihat rahmat ALLAH turun untuk kalian, maka hatiku pun tertarik bergabung bersama kalian brzikir, Segala puji bg ALLAH yang telah menciptakan ummatku yang aku diperintahkan duduk bersamanya brzikir”.(H.R. Imam Ahmad)

PERNIKAHAN BAROKAH
“Annikah Al Mambruk”(QS30:21),pernikahan yang diberkahi Allah adalah dimulai tanpa sentuhan sebelumnya,sampai dihalalkan Allah melalui ijab qobul. semakin lama perjalanan rumah tangga semakin bahagia semakin bertambah rejekinya, semakin mesra,manja,…eh seperti penganten anyar trus…dan yang pasti suami,istri dan anak-anak semakin dekat dengan Allah,itulah rumah tangga syurga kata Nabi….SubhanAllah.

KARAKTER MANUSIA
Sahabatku, ragam karekter manusia: 1. Sibuk membahas orang lain sinis kadang memvonis.2. Cuek, tidak mau tahu. 3. Dominan bicara tentang “aku” untuk pujian. 4. Seakan akrab penuh simpati padahal basa basi.5.Hanya manis di depan, di belakang mengumpat, 6. Bicara apa adanya, tulus mendengar,memandang dengan kasih sayang & asyik mmperbaiki diri….Sungguh yang ke 6 adalah pribadi mu’min “tiada yg paling kusukai kcuali perbaikan & kebaikan”(QS 11:88).

KECINTAAN
Cinta sepenuh hati kita kepada Allah,RasulNya & ingin selamat di Akhirat, membuat kita “ringan” berjalan di dunia…tidak geer karena pujian, tidak minder karena kekurangan,tidak sakit hati karena hinaan & tidak mau mendramatisir peristiwa dunia yang membuat air mata sia-sia , patah hati karena putus cinta dsb…Selain cinta padaNya, hancur,ibadahpun jadi malas & tidak khusyu’.Mulailah katakan “Saatnya bagi hamba untuk berjuang meraih CINTAMU ya ALLAH”.(QS9:24)

REFLEKSI ZIKIR
Saat terkejut lalu refleks menyebut “Allah/Allahu akbar/SubhanAllah/Astaghfirullah dsb”,tanpa direncanakan sebelumnya.Itulah yang disebut imam Ghozali,”alamatu zikrihi tajri fijasadihi” tanda zikirnya berjalan pada jasad & ruhnya,SubhanAllah.Allah brfirman,”Siapa yabg ingat Aku saat senang maka Aku ingat dia disaat susah”.saat terkejut,saat ada masalah, saat sakaratul maut.itulah saat pertolongn Allah bagi hamba yang selalu berzikir padaNya (QS2:152)

MUKMIN TAK MUDAH SAKIT HATI
Mengapa orabg beriman tidak mudah sakit hati ta’kala dihina, diumpat & difitnah (QS25:63) karena :1.Hidup ujian, 2.Untuk ampunan dosa, 3.Diangkat derazat karena sabar, 4.Dosa & sial kembali pada si penghina, 5.Membakar amal ibadah si penghina, 6.Ingat tidak ada yang tidak dibalas di akhirat kelak, 7.Doa mustajab karena dizolimi, 8.Hinaan membuat orang beriman muhasabah diri. 9,potensi dirinya untuk amal sholeh bukan melayani si penghina,SubhnAllah.

PENGABDIAN DALAM HIDUP
Ada tugas sekolah,ada tugas kantor,ada tugas negara,dan tugas2 lainnya,itu yang kita ketahui,kita lupa bahwa dalam hidup sementara ini juga ada TUGAS HIDUP…hidup ini mencari RIDHO ALLAH,dan tugas hidup kita MENGABDI kpd ALLAH (QS51:56)..bukan untuk harta,jabatan,sex,popularitas dsb..itu hanya alat hidup bukan tujuan,tujuan kita ridhoNYA,krn itu ustadz ucapkan, “selamat menjalankn tugas pengabdian kepada ALLAH,sahabatku”.

Minggu, 13 Januari 2013

Free Download WinRAR 4.20 Terbaru

Diposkan Oleh : indra Wiguna | Pada : Senin,14 Januari  2012, Free Download WinRAR 4.20 Terbaru

WinRAR Terbaru
Assalammualakum wr. wb.
Salam sejahtera untuk Sobat blogger semua. Pada kesempatan kali ini saya membagikan sebuah software yang sudah tidak asing lagi, yaitu software WinRAR. WinRAR adalah sebuah software utilities pengarsipan yang sepenuhnya mendukung format RAR dan ZIP arsip dan mampu membongkar CAB, ARJ, LZH, TAR, GZ, ACE, uue, BZ2, JAR, ISO, 7z, Z arsip. Software WinRAR ini dapat membuat arsip lebih kecil, menghemat ruang disk dan biaya transmisi.

WinRAR menawarkan antarmuka grafis interaktif menggunakan mouse dan menu serta antarmuka baris perintah. WinRAR lebih mudah digunakan daripada archivers lain dengan dimasukkannya mode khusus "Wizard". WinRAR menawarkan manfaat dari kekuatan industri enkripsi arsip menggunakan AES (Advanced Encryption Standard) dengan kunci 128 bit. Ini mendukung file dan arsip hingga 8.589 miliar gigabytes. Software WinRAR ini juga menawarkan kemampuan untuk membuat selfextracting dan multivolume arsip. Dengan catatan pemulihan dan pemulihan volume, Sobat dapat merekonstruksi bahkan secara fisik arsip yang rusak.

Rincian Software WinRAR 4.20

  • Nama : WinRAR 4.20
  • Ukuran file : 1.45MB (1.517.376 bytes)
  • Bahasa : en-US
  • Lisensi : Shareware
  • Pembuat : RARLab

Link Download Software WinRAR 4.20

Ok, sampai disini perjumpaan kita kali ini yang membahas tentang "Free Download WinRAR 4.20 Terbaru", mohon maaf yang sebesar-besarnya atas segala kekurangan dan ketidaknyamanannya.
Wassalammualaikum wr. wb.

.: Semoga Bermanfaat :

Postingan Lebih Baru Postingan Lama Beranda